Minggu, 27 November 2011

Psikologi dan Teknologi Internet (Softskill)

psikologi dan teknologi internet


Ø Aspek desain official website oleh pemerintah, corporate, pribadi

· Aspek desain official website oleh pemerintah

Official website yang digunakan disini adalah official website milik pemerintah Indonesia dan Korea Selatan.


Indonesia (http://www.indonesia.go.id/en/)



Untuk website Indonesia digunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam bentuk tampilan, website ini terlihat sangat menarik karena website ini menyajikan berbagai menu lengkap, seperti :

- Menu Home

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan kenegaraan Indonesia, seperti misalnya berita-berita dalam negeri Indonesia dalam hal agama, alam, bencana, ekonomi, hak asasi manusia, kelautan, industry, IPTEK, budaya, kehutanan, militer, kependudukan, kesehatan, pemerintahan, pariwisata, olahraga, pendidikan, transportasi, pertahanan dan keamanan, pertanian, politik, fasilitas dan infrastuktur, sosial dan sebagainya. Dengan adanya pembagian topik berita seperti ini memudahkan pengunjung atau individu untuk memperoleh informasi secara mudah berdasarkan topik yang ingin diketahuinya.


- Menu informasi sekilas mengenai Indonesia (Indonesia at a Glance)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai geografi Indonesia, simbol Negara Indonesia, politik dan kepemerintahan Indonesia, serta visi, missi dan strategi kenegaraan Indonesia.


- Menu informasi mengenai presiden dan wakilnya (President & Vice)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai Kepresidenan (berisi informasi mengenai biografi presiden Republik Indonesia), galeri presiden (berisi informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan presiden dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya), wakil presiden (berisi informasi mengenai biografi wakil presiden Republik Indonesia), galeri wakil presiden (berisi informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan presiden dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya).


- Menu informasi mengenai kabinet bersatu Indonesia (United Indonesia Cabinet)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai pembagian-pembagian kementrian di Indonesia (seperti menteri agama, menteri SDM, menteri luar dan dalam negeri, menteri kehutanan, menteri hukum dan HAM, menteri kesehatan dan sebagainya). Pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai tugas dan tanggung jawab para menteri Indonesia, seperti misalnya penjelasan tugas untuk menteri koordinasi atau pelayanan yaitu mengkoordinasi persiapan dan penyusunan pelaksanaan kebijakan dalam tanggung jawab pemerintahan Negara (mempertahankan persatuan dan kesatuan bahasa serta mengkoordinasi kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah). Selain kedua kedua informasi tersebut, pengunjung dapat pula memperoleh informasi mengenai pembagian tugas untuk jabatan setara menteri yang memiliki tanggung jawab langsung kepada presiden (Kejaksaan Agung, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisisan Republik Indonesia serta Satuan Presiden Pengawas dan Pengendali Pembangunan).


- Menu informasi mengenai peraturan hukum Indonesia (Law Regulations)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai peraturan hukum di Indonesia, peraturan pemerintah pengganti undang-undang, keputusan presiden, peraturan pemerintah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan peraturan hokum Indonesia.


- Menu informasi Laporan (Statements)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sambutan-sambutan, pidato atau pengarahan presiden, keterangan presiden serta penyampaian pengantar/keterangan pemerintah oleh presiden dan wakil presiden selama menjabat dan melaksanakan tanggung jawabnya.


- Menu informasi mengenai istana kepresidenan (Palaces)

Dalam menu ini pengunjung atau individu dapat memperoleh informasi mengenai sejarah pembangunan istana kepresidenan, baik istana Jakarta, istana Bogor, istana Tampak Siring, istana Cipanas maupun Istana Yogyakarta.


Selain aspek desain atau tampilan official website pemerintah Indonesia tersebut diatas, official website ini juga menarik karena warnanya. Warna yang digunakan dalam website ini adalah perpaduan warna merah dan putih disertai dengan adanya lambang Negara Republik Indonesia serta gambar kepulauan dan kebudayaan Indonesia (batik dan Borobudur). Perpaduan warna dan gambar sangat teratur dan seimbang, sehingga dapat benar-benar menciri khaskan Negara Indonesia.


Warna merah diartikan sebagai keberanian, optimisme dan antusias. Warna merah juga sering diidentikan sebagai simbol perjuangan. Secara sifat warna merah memberi stimulasi dan dominan, erat kaitannya dengan sifat hangat serta kemakmuran. Sedangkan warna putih sering dianggap sebagai simbol awal baru, kemurnian dan kesucian. Kualitas positif, bersih dan segar. Putih, juga sering diidentikkan dengan ketulusan. Warna putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, ketentraman, kenyamanan dan memudahkan refleksi. Karena itu, pilihan perpaduan warna merah dan putih yang digunakan dalam website Indonesia tersebut mengesankan adanya perpaduan keberanian dengan ketulusan, dimana keberanian dilaksanakan untuk kebaikan. Sehingga mungkin inilah yang menjadi filosofi pemerintah Indonesia menggunkan perpaduan warna merah dan putih sebagai warna dasar official website Indonesia, yaitu agar dapat member sifat hangat dan kemakmuran seperti cirri khas Negara Indonesia, yaitu kehangatan warga negaranya terhadap sesama yang datang tulus murni dari dalam lubuk hati masyarakat Indonesia, sehingga dengan terciptanya kehangatan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam kehidupan sosial warga negaranya.


Korea Selatan (http://www.korea.net/index.html)



Sedangkan untuk website Korea Selatan digunakan beberapa macam bahasa, diantaranya yaitu Korea, Jepang, China, Spanyol, Inggris dan Arabian. Dalam bentuk tampilan, website ini terlihat sangat menarik karena website ini menyajikan berbagai menu lengkap, seperti :

- Menu Home

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan kenegaraan Korea Selatan, seperti misalnya informasi mengenai instansi pemerintah, siaran pers pemerintah, kegiatan diplomatik serta pidato-pidato dalam negeri Korea Selatan. Selain itu disediakan pula pilihan berita mengenai fokus kebijakan pemerintah Korea terhadap laut timur dan pulau Dokdo serta kebijakan-kebijakan lainnya.


- Menu fokus-fokus baru

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan berita-berita terbaru dalam negeri Korea Selatan (kepemerintahan, bisnis, budaya dan wisata, kemasyarakatan, opini serta ruang ekspatriat Korea Selatan.


- Menu penjelajah Korea

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan isu-isu Korea Selatan (sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan), bisnis (menu ini menyajikan potensi ekonomi Korea untuk menjadi pusat bisnis di wilayah Asia Timur dengan memperkenalkan pada dunia akan industri-industri andalan Negara mereka, melakukan investasi dan inisiatif perdagangan bebas), budaya (memberikan gambaran lengkap budaya Korea melalui berbagai aspek, seperti melalui makanan, pakaian, musik, arsitektur, seni, film, drama, animasi dan sejenisnya), gaya hidup (membantu memberikan informasi mengenai masalah hukum yang berkaitan dengan tata cara bertempat tinggal di Negara Korea bagi penduduk bukan warga Korea serta memberikan panduan bagi mereka agar dapat hidup dengan nyaman dan menyenangkan), pendidikan (memberikan panduan umum bagi mereka yang ingin belajar di Korea, membantu memberikan informasi mengenai sejarah, politik dan ekonomi kawasan Asia Timur yang mungkin dibutuhkan mereka dalam massa menuntut ilmu di Negara Korea) dan wisata (memberikan informasi mengenai tempat-tempat wisata serta pemandangan alam yang indah di Korea, termasuk informasi mengenai acara-acara festival yang biasa diadakan oleh warga Korea).


- Menu peristiwa atau kejadian-kejadian

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan kalender, wilayah pembagian provinsi dan peristiwa penting di Korea Selatan.


- Menu kepustakaan

Dalam menu ini terdapat informasi mengenai hal-hal umum yang berkaitan dengan kepustakaan Korea seperti dalam bentuk bulletin ekonomi, fitur-fitur budaya Korea, patung-patung Budha dan tari tradisional Korea, penemuan-penemuan ilmiah dan alami serta informasi mengenai makanan-makanan khas Korea.


- Menu direktori

Menu ini memberikan informasi yang paling relevan mengenai seni Korea, bisnis, kepemerintahan, media berita, ilmu pengetahuan, masyarakat, olahraga dan pariwisata Korea.


Selain aspek desain atau tampilan official website pemerintah Korea Selatan tersebut diatas, official website ini juga menarik karena warnanya. Warna yang digunakan dalam website ini adalah perpaduan warna biru tua, biru muda dan putih disertai dengan adanya lambang-lambang huruf Korea (Hangul) yang membentuk sebuah kalimat pendek serta terdapat pula gambar peta wilayah Asia dengan Negara Korea sebagai pusatnya. Perpaduan warna dan gambar yang digunakan teratur dan seimbang, sehingga terlihat menarik dan menyenangkan.


Warna biru mengesankan adanya loyalitas, semangat dan penuh kehangatan sehingga seolah mendukung segala aktivitas kenegaraan Republik Korea yang penuh semangat bekerja keras. Warna biru juga sering diidentikan sebagai kepercayaan diri dan kedinamisan. Hal ini sesuai dengan motto bangsa Korea yaitu bawalah keuntungan kepada seluruh rakyat. Sedangkan warna putih sering dianggap sebagai simbol awal baru, kemurnian dan kesucian. Kualitas positif, bersih dan segar. Putih, juga sering diidentikkan dengan ketulusan. Warna putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, ketentraman, kenyamanan dan memudahkan refleksi. Karena itu, pilihan perpaduan warna biru dan putih yang digunakan dalam website Korea tersebut mengesankan adanya semangat. Hal ini juga sesuai dengan sifat bangsa Korea yang dinamis, dimana mereka mengusahakan segala sesuatu dengan semangat menuju keberhasilan untuk kepentingan bersama. Sehingga mungkin inilah yang menjadi filosofi pemerintah Korea menggunkan perpaduan warna biru dan putih sebagai warna dasar official website Korea, yaitu agar dapat membawa kepercayaan diri, semangat, kehangatan untuk menciptakan keadaan yang dinamis.


Dibandingkan dengan website Indonesia, website Korea lebih memungkinkan untuk dikunjungi banyak orang karena tersedianya berbagai pilihan bahasa yang lebih banyak ketimbang website Indonesia yang hanya menggunakan dua pilihan bahasa. Namun begitu, kedua website tersebut memiliki kesamaan dalam kelengkapan informasi pada masing-masing menunya. Berita-berita atau informasi-informasi yang disediakan sama-sama menarik dan jumlahnya kelengkapannya tidak sedikit, sehingga dapat menambah wawasan pembaca atau pengunjung website mengenai keadaan Negara tersebut baik dalam budaya, sosial, politik, pariwisata atau hal-hal terkait lainnya.

Selasa, 10 Mei 2011

Stres, kaitan stres dengan psikologi lingkungan dan pengaruh stres terhadap perilaku individu dalam lingkungan

stres, kaitan stres dengan psikologi lingkungan dan pengaruh stres terhadap perilaku individu dalam lingkungan


Ø Definisi stres


Stres dikemukakan oleh Hans Selye (dalam Sehnert, 1981) yang mendefinisikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya. Dengan kata lain istilah stres dapat digunakan untuk menunjukkan suatu perubahan fisik yang luas yang diakibatkan oleh berbagai faktor psikologis atau faktor fisik atau kombinasai kedua faktor tersebut.


Menurut Lazarus (1976) stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang dihadapkan pada situasi internal maupun eksternal. Sedangkan menurut Korchin (1976) keadaan stres muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang.


Karena banyaknya definisi mengenai stres, maka Sarafino (1994) mencoba mengonseptualisasikan kedalam tiga pendekatan, yaitu :

- Stimulus

Keadaan atau situasi dan peristiwa yang dirasakan mengancam atau membahayakan yang menghasilkan perasaan tegang disebut sebagai stressor. Beberapa ahli yang menganut pendekatan ini mengkategorikan stressor menjadi tiga :

1. Peristiwa katastropik, misalnya angin tornado atau gempa bumi

2. Peristiwa hidup yang penting, misalnya kehilangan pekerjaan

3. Keadaan kronis, misalnya hidup dalam kondisi sesak dan bising


- Respon

Respon adalah reaksi seseorang terhadap stressor. Untuk itu dapat diketahui dari dua komponen yang saling berhubungan, yaitu komponen psikologis (perilaku, pola pikir dan emosi) dan komponen fisiologis (detak jantung, keringat dan sakit perut). Kedua respon tersebut disebut dengan strain atau ketegangan.


- Proses

Stress sebsagai suatu proses terdiri dari stressor dan strain dan satu dimensi penting yaitu hubungan antara manusia dengan lingkungan.


Ø Model stres


Cox (dalam Crider dkk, 1983) mengemukakan tiga model stress, yaitu :

1. Response-based model

Model ini mencoba untuk mengidentifikasikan pola-pola kejiwaan dan respon-respon kejiwaan yang diukur pada lingkungan yang sulit. Pusat perhatian dari model ini adalah bagaimana stresor yang berasal dari peristiwa lingkungan yang berbeda dapat menghasilkan respon stres yang sama.


2. Stimulus-based model

Model stress ini memusatkan perhatian pada sifat-sifat stimuli stres. Tiga karakteristik penting dari stimuli stres adalah :

- Overload

- Conflict

- Uncontrollability


3. Interactional

Model ini merupakan perpaduan dari respon based model dan stimuli based model. Model ini memperkirakan bahwa stres dapat diukur ketika dua kondisi bertemu, yaitu ketika individu menerima ancaman akan motif dan kebutuhan penting yang dimilikinya dan ketika individu tidak mampu untuk mengcoping stresor.


Ø Jenis stres


Hans Selye (dalam Holahan, 1981) mengidentifikasi respon sistemik tubuh terhadap kondisi penuh stres yang diistilahkan General Adaptation Syndrom (GAS) menjadi tiga tahap :

- Alarm reaction dari sistem saraf otonom, termasuk didalamnya peningkatan sekresi adrenalin, detak jantung, tekanan darah dan otot menegang. Tahap ini biasa diartikan sebagai pertahanan tubuh.

- Resistance atau adaptasi, yang didalamnya termasuk berbagai macam respon coping secara fisik.

- Exhaustion atau kelelahan, terjadi apabila stresor datang secara intens dan dalam jangka waktu yang cukup lama serta usaha-usaha perlawanan gagal untuk menyelesaikan secara adekuat.


Ø Sumber stres


Lazarus dan Cohen (dalam Evans, 1982) mengemukakan bahwa terdapat tiga kelompok sumber stres, yaitu :

- Fenomena catalismic, yaitu kejadian yang tiba-tiba, khas dan kejadian yang menyangkut banyak orang seperti bemcana alam, perang, banjir dsb

- Kejadian yang memerlukan penyesuaian atau coping seperti pada fenomena catalismic meskipun berhubungan dengan orang yang lebih sedikit seperti respon seseorang terhadap penyakit

- Daily has-sles, yaitu masalah yang sering dijumpai didalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut ketidakpuasan kerja atau masalah lingkungan seperti kesesakan atau kebisingan.


Lalu apa kaitan stres dengan psikologi lingkungan dan bagaimana pengaruh stres terhadap perilaku individu dalam lingkungan ??


Dalam konteks lingkungan maka stress dapat muncul jika lingkungan fisik dan rancangan secara langsung atau tidak langsung menghambat tujuan seseorang. Kaitan stress dengan lingkungan yaitu stress terjadi ketika individu menjumpai kondisi lingkungan yang mengancam yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya. Sebuah situasi dapat terlihat sebagai suatu ancaman dan berbahaya secara potensial apabila melibatkan hal yang memalukan, kehilangan harga diri, kehilangan pendapat dan seterusnya. Maka apabila lingkungan tidak mendukung kesejahteraan fisik maupun mental seseorang akan mengakibatkan kelelahan fisik dan mental yang mencetuskan terjadinya stres.


Stres menurut Stokols (dalam Brigham, 1991) merupakan salah satu aspek yang dapat mengakibatkan penyakit atau akibat-akibat negatif pada perilaku masyarakat. Stres yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stres. Individu yang mengalami stres umumnya tidak dapat melakukan interaksi sodial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku untuk membantu orang lain.


Salah satu contoh pengaruh stres terhadap perilaku individu dalam lingkungan yaitu kepadatan yang tinggi dipandang sebagai keadaan fisik yang membuat keadaan tidak menyenangkan, seperti kehilangan kontrol dan kehilangan kebebasan berperilaku serta menurunnya intens prososial individu. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori stimulus overload dari Milgram (dalam Wrightsman & Deaux, 1984), dalam teori ini menjelaskan bahwa kondisi yang padat yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor seperti factor perbedaan individu, situasi dan kondisi sosial di kota mengakibatkan individu mengalami stimulus overload (stimulus berlebihan) sehingga individu hnya melakukan adaptasi dengan cara memilih stimulus yang akan diterima dan member sedikit perhatian pada stimulus yang masuk. Hal ini dilakukan dengan menarik diri atau mengurangi kontak dengan orang lain, yang akhirnya dapat mempengaruhi perilaku menolong pada individu.



Sumber :

Prabowo, hendro. 1998. Arsitektur, psikologi dan masyarakat. Depok : Gunadarma.

Senin, 25 April 2011

Privasi, ruang personal dan teritorialitas

privasi, ruang personal dan teritorialitas


Ø Privasi


Rapoport (dalam Soesilo, 1988) mendefinisikan privasi sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan.


Marshall (dalam Wrightman & Deaux, 1981) dan ahli-ahli lain seperti Bates, 1964; Kira, 1966 (dalam Altman, 1975) mengatakan bahwa privasi menunjukkan adanya pilihan untuk menghindarkan diri dari keterlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.


Altman (1975) menjelaskan beberapa fungsi privasi, yaitu :

- Privasi sebagai pengatur dan pengontrol interaksi interpersonal yang berarti sejauh mana hubungan dengan orang lain diinginkan, kapan waktunya menyendiri dan kapan waktunya bersama dengan orang lain

- Merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain serta

- Memperjelas konsep diri dan identitas diri.


Altman juga membagi privasi menjadi dua, yaitu privasi rendah bila hubungan dengan orang lain dikehendaki dan privasi tinggi bila ingin menyendiri dan hubungan dengan orang lain dikurangi.


Westin (dalam Altman, 1975; Wrightman & Deaux, 1981) membagi privasi menjadi empat macam, yaitu :

1. Solitude, yaitu seseorang ingin menyendiri dan bebas dari pengamatan orang lain serta dalam kondisi privasi yang ekstrem

2. Intimacy, yaitu keadaan seseorang yang bersama orang lain namun bebas dari pihak-pihak orang lain

3. Anonymity, yaitu keadaan seseorang yang tidak menginginkan untuk dikenal oleh pihak lain, sekalipun ia berada di dalam keramaian umum

4. Reserve, yaitu keadaan seseorang yang menggunakan pembatas psikologis untuk mengontrol gangguan yang tidak dikehendaki


Ø Ruang personal (Personal Space)


Istilah personal space pertama kali digunakan oleh Katz pada tahun 1973 dan bukan merupakan sesuatu yang unik dalam istilah psikologi, karena istilah ini juga dipakai dalam bidang biologi, antropologi dan arsitektur (Yusuf, 1991).


Menurut Sommer (dalam Altman, 1975) ruang personal adalah daerah disekeliling seseorang dalam batas-batas yang tidak jelas dimana seseorang tidak boleh memasukinya.


Pendapat lain menurut Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak atau daerah disekitar individu dimana dengan memasuki daerah orang lain menyebabkan orang lain tersebut merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang dan terkadang menarik diri.


Seorang antropolog, Edward T Hall (dalam Altman, 1975) mengatakan bahwa dalam interaksi sosial terdapat empat zona spasial yang meliputi, jarak intim, jarak personal, jarak sosial dan jarak public. Kajian ini kemudian dikenal dengan istilah proksemik (kedekatan) atau cara seseorang menggunakan ruang dalam berkomunikasi.


Ø Teritorialitas


Holahan (dalam Iskandar, 1990) mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering melibatkan ciri pemilikannya dan pertahanan dari serangan orang lain. Dengan demikian menurut Altman (1975) penghuni tempat tersebut dapat mengontrol daerahnya atau unitnya dengan benar atau merupakan suatu teritorial primer.


Element-element teritorialitas


Menurut Lang (1987) terdapat empat karakter dari teritorialitas, yaitu :

1. Kepemilikan atau hak dari suatu tempat

2. Personalisasi atau penandaan dari suatu area tertentu

3. Hak untuk mempertahankan diri dari gangguan luar

4. Pengatur dari berbagai fungsi, mulai dari bertemunya kebutuhan dasar psikologis sampai kepada kepuasan kognitif dan kebutuhan-kebutuhan estetika


Dalam usahanya membangun suatu model yang member perhatian secara khusus pada desain lingkungan maka Hussein El Sharkawy (dalam Lang, 1987) mengidentifikasikan empat tipe teritori yaitu :

1. Attached Territory, yaitu “gelembung ruang” sebagaimana telah dibahas dalam ruang personal

2. Central Territory, yaitu seperti rumah seseorang, ruang kelas atau ruang kerja dimana kesemuanya itu kurang memiliki personalisasi. Oscar Newman menyebutnya ruang privat

3. Supporting Territority, yaitu ruang-ruang yang bersifat semi privat (ruang duduk asrama, ruang duduk santai atau area pribadi pada tempat tinggal) dan semi publik (salah satu sudut ruangan dalam toko, kedai minum atau jalan kecil depan rumah)

4. Peripheral Territority, yaitu area-area yang dipakai oleh individu-individu atau suatu kelompok tetapi tidak dapat memiliki dan menuntutnya


Menurut Altman teritori bukan hanya untuk menciptakan privasi saja melainkan berfungsi pula sebbagai alat untuk menjaga keseimbangan hubungan sosial.


Lalu apa hubungan antara privasi, ruang personal dan teritorialitas dengan lingkungan ?? Mengapa privasi, ruang personal dan teritorialitas ada di dalam psikologi lingkungan dan lingkungan ??


Privasi, ruang personal dan teritorialitas merupakan suatu pengontrol interaksi interpersonal yang dapat memperjelas konsep dan identitas diri seseorang. Dalam berhubungan dengan orang lain manusia memiliki tingkat keterbukaan dan ketertutupan yang diinginkan. Adakalanya seseorang ingin berinteraksi dengan orang lain dan ada saatnya pula mereka ingin menyendiri. Disaat seperti itu manusia akan mengontrol dan mengaturnya melalui suatu mekanisme perilaku. Ruang personal adalah salah satu mekanisme perilaku untuk mencapai tingkat privasi tertentu. Ssama dengan privasi ruang personal adalah batas kawasan yang berubah-ubah besarnya sesuai dengan waktu dan situasi. Sedangkan territorial adalah mekanisme perilaku lain untuk mencapai privasi tertentu. Jika mekanisme ruang personal tidak memperlihatkan dengan jelas kawasan yang menjadi pembatas antara dirinya dengan orang lain maka teritorialitas memperlihatkan secara nyata batas-batas kawasan dengan tempat yang relatif tetap.


Lalu mengapa privasi, ruang personal dan teritorialitas ada dalam psikologi lingkungan dan lingkungan ?? Hal itu dikarenakan tingkah laku dan lingkungan merupakan sesuatu yang saling bergantung satu dengan yang lain.




sumber:
Prabowo, Hendro. 1998. Arsitektur, psikologi dan masyarakat. Depok : Gunadarma.